Obat Pencahar

Obat pencahar/ laksatif adalah gunanya untuk meningkatkan frekuensi BAB dan untuk mengurangi konsistensi feses yang kering dan keras. Secara umum, mekanisme kerja obat pencahar meliputi pengurangan absorpsi air dan elektrolit, meningkatkan osmolalitas dalam lumen, dan meningkatkan tekanan hidrostatik dalam usus. Obat pencahar ini mengubah kolon, yang normalnya adalah organ tempat terjadinya penyerapan cairan menjadi organ yang mensekresikan air dan elektrolit.

Obat pencahar ini dibedakan menjadi 3 bagian yaitu :

1. Pencahar yang melunakkan feses dalam waktu 1-3 hari (pencahar bulk-forming, docusates, dan laktulosa .

Pencahar ini berfungsi melunakkan feses secara umum merupakan senyawa yang tidak di absorpsi dalam saluran pencernaan dan bereaksi dengan bertambahnya volume padatan feses dan melunakkan feses agar mudah untuk dikeluarkan. Sedangkan pencahar bulk-formming bertambahnya volume feses dengan menarik air dan membentuk hidrogel sehingga terjadi peregangan dinding saluran cerna dan merangsang gerak peristaltik. Dalam menggunakan obat pencahar perlu diperhatikan asupan cairan ke dalam tubuh harus mencukupi. jika tidak akan terjadi dehidrasi.

2. Pencahar yang bisa menghasilkan pengeluaran feses yang lunak atau semi cair dalam waktu 6-12 jam (derivat difenilmetan dan derivat antrakuinon).

Pencahar ini biasa digunakkan adalah bisakodil dan fenolptalein. Senyawa-senyawa ini merangsang sekresi cairan dan saraf pada mukosa kolon yang menyebabkan kontraksi kolon sehingga terjadi pergerakan usus (peristaltik) dalam waktu 6-12 jam setelah diminum, atau 15-60 menit setelah diberikan melalui rektal. Namun sudah dilarang dalam penggunaan fenilptalein karena bersifat karsinogen. Obat ini tidak diperbolehkan untuk digunakan setiap hari. Jarak antara setiap kali penggunaan harus cukup lama, sekitar beberapa minggu, untuk mengobatii konstipasi ataupun untuk mempersiapkan penggosongan kolon jika diperlukan untuk pembedahan.

3. Pencahar bisa menghasilkan pengeluaran feses yang cair dalam waktu 1-6 jam (saline cathartics, minyak castor, larutan elektolit politilenglikol.

Saline cathartics merupakan garam anorganik yang memiliki kandungan ion-ion seperti Mg, S, P, dan sitrat, yang berfungsi dengan mempertahankan air tetap dalam saluran cerna sehingga terjadi peregangan pada dinding usus, lalu merangsang pergerakan usus (peristaltik). Selain itu, Mg juga merangsang sekresi kolesitokinin, suatu hormon yanng merangsang pergerakan usus besar dan sekresi cairan. obat ini dapat diminum ataupun diberikan secara rektal. pencahar saline endoskopi dan pembedahan pada bagian perut.

Obat pencahar dapat mestimulasi proses defekasi dengan menjaga agar supaya feces tidak mengeras, menghindari mengedan dan terutama lansia dan pasien penyakit jantung atau hernia. Tujuannya adalah untuk memulihkan proses defekasi normal dan menghindari terjadinya ketergantungan pada obat pencahar.

Posted in Obat pencahar | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment

Obat Pencahar Perut

Banyak orang menggunakan obat pencahar (laksatif) untuk menghilangkan konstipasi. Obat pencahar adalah obat yang biasa digunakan untuk mengatasi konstipasi atau sembelit. Konstipasi atau sembelit merupakan suatu keadaan dimana seseorang mengalami kesulitan buang air besar atau jarang buang air besar. Untuk mencegah konstipasi adalah rajin berolahraga, mengkonsumsi makanan kaya serat.

Berikut golongan obat pencahar yang biasa digunakan adalah :

1. Bulking Agents

Bulking agents (gandum, psilium, kalsium polikarbofil dan metilselulosa) bisa menambahkan serat pada tinja. Penambahan serat ini akan merangsang alami usus dan tinja yang berserat lebih lunak dan lebih mudah dikeluarkan. Bulking agents bekerja perlahan dan merupakan obat yang paling aman untuk merangsang buang air besar yang teratur. Pada mulanya diberikan dalam jumlah kecil, kemudian dosisnya ditingkatkan secara bertahap, sampai dicapai keteraturan dalam buang air besar. Orang yang menggunakan bahan-bahan ini harus selalu minum banyak cairan.

2. Pelunak Tinja

Obat sejenis dukosat ini dapat menambahkan jumlah air yang mampu diserap oleh feses. Karena bahan ini merupakan detergen yang dapat menurunkan tegangan pada permukaan feses, sehingga memudahkan air menebus feses dan menjadikan feses lebih lunak dengan meningkatkan jumlah serat akan merangsang reaksi alamiah dari usus besar yang dapat membantu melunakkan feses agar lebih mudah dikeluarkan oleh tubuh.

3.Minyak Mineral.

Minyak mineral akan melunakkan feses dan memudahkannya keluar dari tubuh dan bahan ini akan menurunkan penyerapan dari vitamin yang larut dalam lemak. Apabila seseorang yang dalam keadaan lemah menghirup minyak mineral secara tidak sengaja, bisa terjadi iritasi yang serius pada jaringan paru-paru. Selain itu, minyak mineral juga bisa menembus dari rektum.

4. Bahan Osmotik

Bahan-bahan osmotik mendorong sejumlah besar air ke dalam usus besar, sehingga feses menjadi lunak dan mudah dilepaskan. Cairan yang berlebihan juga meregangkan dinding usus besar dan merangsang kontraksi. Pencahar ini pun memiliki kandungan garam-garam yang terdiri dari fosfat, sulfat dan magnesium atau gula yang terdiri laktulosa atau sorbitol.

Beberapa bahan osmotik memiliki kandungan natrium, menyebabkan retensi(penahan) cairan pada penderita penyakit ginjal atau gagal jantung, terutama jika diberikan dalam jumlah besar. Sedangkan bahan osmotik yang memiliki kandungan magnesium dan fosfat sebagian diserap ke dalam aliran darah dan berbahaya untuk penderita gagal ginjal.

Pencahar ini pada umumnya bekerja dalam 3 jam dan lebih baik digunakan sebagai pengobatan daripada untuk pencegahan. Bahan ini juga dipakai untuk menggosongkan usus sebelum pemeriksaan rontgen pada saluran pencernaan dan sebelum kolonoskopi.

5. Pencahar Perangsang

Pencahar perangsang secara langsung merangang dinding usus besar untuk berkontraksi dan mengeluarkan isinya. Obat ini memiliki kandungan substansi yang dapat mengiritasi seperti senna, kaskara, fenolftalein, bisakodil atau minyak kastor. Obat ini bekerja ini setelah 6-8 jam dan menghasilkan feses setengah padat, tapi sering mengakibatkan kram perut.

Bila pencahar perangsang dalam bentuk supositoria yaitu obat yang dimasukkan melalui lubang dubur, akan bekerja setelah 15-60 menit. Bila penggunaan dalam jangka panjang bisa menyebabkan kerusakan pada usus besar, juga bisa menjadi ketergantungan sehingga usus menjadi malas berkontraksi (Lazy Bowel Syndromes).

Pencahar ni juga sering dipakai untuk menggosongkan usus besar sebelum proses diagnostik dan untuk mencegah atau mengobati konstipasi yang disebabkan karena obat yang memperlambat kontarksi usus besar (misalnya narkotik).

Posted in Obat Pencahar Perut | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment